Kata Mutiara Islami ini kami persembahkan untuk Anda. Banyak sekali hikmah dan makna yang terkandung didalam setiap perkataan baik itu perkataan tentang kehidupan dan sebagainya. Banyak sekali kata-kata mutiara yang memberikan kita nasehat agar selalu berbuat kebaikan dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Kata-kata mutiara islami ini berisi berbagai kata yang semuanya berkiblat pada syariat agama islam.
walaupun di zaman sekarang ada banyak sekali kata-kata mutiara, tapi hanya kata-kata mutiara islami yang dapat menyejukkan hati semua umat muslim yang ada di dunia ini, dan dapat kita jadikan pelajaran di masa lalu agar kita menjadi seseorang yang lebih baik di masa yang akan datang. Kata-kata mutiara islami ini banyak di ambil dari sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW, Hadist maupun Al-Qur'an dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kata mutiara juga bisa untuk mengubah perasaan Anda dari berbagai hal, misalnya disaat Anda sedang merasakan kesedihan atas apa yang terjadi pada diri Anda, kata-kata mutiara islami ini bisa Anda jadikan sebagai inspirasi dan motivasi untuk mendapatkan masa depan yang cerah.
Berikut ini beberapa kumpulan kata-kata mutiara islami yang bisa Anda jadikan referensi untuk diri sendiri maupun untuk sahabat dan orang lain yang ada di sekitar Anda supaya memiliki kehidupan yang lebih baik sesuai syari'at agama Islam.
Kumpulan Kata-kata Mutiara Islami
Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.(Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mensia-siakan sahabat yang telah dicari. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Perkataan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi dari nenek moyang. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub karena suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. (Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq)
Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
(Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq)
Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang baik dikalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!". (Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq)
Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. (Khalifah Umar bin Khattab)
Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut kepada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Khalifah Umar bin Khattab)
Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia. (Khalifah Umar bin Khattab)
Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, karena sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai taqwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik.
Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Percayalah bahwa yang singkat adalah waktu, yang dekat adalah amanah, yang sulit adalah ikhlas, yang akan diinvestasi adalah apa yang kita kerjakan, yang paling bijak adalah saling memaafkan.
Hasan Al-Basri berkata : "Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku".
Islam itu asasnya Syahadat. Tiangnya Shalat. Puncaknya jihad. Maka jadilah kamu orang yang mendakwahkan azasnya. Yang memperkokoh tiangnya. Yang berjuang di puncaknya. Atau salah satu darinya. Kalau tidak, kamu pasti merugi.
Kelalaian itu merupakan keburukan dan dzikrullah merupakan kemenanga. Tidak ada kebaikan dalam hidup tanpa persaudaraan karena Allah. Kadang seseorang bisa lupa karena harta yang dia lihat atau emas yang dia beli tetapi ia tidak akan melupakan seseorang yang dia cintai karena Allah.
Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu.
"Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya".
"engkau berbuat durhaka terhadap Allah, walau sebenarnya engkau mengaku cinta kepada-Nya? sungguh aneh situasi layaknya ini. Andai kecintaanmu itu tulus, pasti engkau dapat taat kepada-Nya. dikarenakan sebenarnya, orang yang menyukai itu pasti senantiasa taat terhadap yang ia cintai".
"Seseorang yang memandang kebaikan di dalam beraneka perihal bermakna punya pikiran yang baik. Serta seseorang yang punya pikiran yang baik memperoleh kesenangan dari hidup.
Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah.
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya, dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani)
Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran. Pertama "Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika diundang, kedua "Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga "tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan.
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
(Imam An Nawawi)
Belajarlah membaca tanda-tanda kebesaran-Nya, dengan tidak selalu berburuk sangka atas apapun yang ada karena apapun yang tampak dan ada itu adalah Firman-Nya yang tersirat.
Orang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah SWT dengan senang hati. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berdzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.
Engkau berbuat durhaka terhadap Allah SWT, walau sebenarnya engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh situasi layaknya ini. Andai kecintaanmu itu tulus, pasti engkau dapat taat kepada-Nya. dikarenakan sebenarnya, orang yang menyukai itu pasti senantiasa taat terhadap yang ia cintai.
Jangan memandang rendah dan remeh orang lain, Hanya karena tak lebih pintar, tak lebih kaya, tak lebih beruntung dan tak mempunyai pangkat sepertimu. Kadangkala di mata Allah SWT, batubara yang terlihat legam. Terlihat lebih berkilau dibanding dengan permata yang mahal harganya.
Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan yang penuh harapan.
Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya, dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya.
Tanda cinta kepada Allah SWT adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.












